Jika teman-teman memperhatikan daerah Tamalanrea yang sekarang sedang di rambah untuk pelebaran jalan akan nampak jelas sekali keliahatan perubahannya. Sedih sekali melihat pohon-pohon di sekitar Tamalanrea yang tumbang. Tak alang semua pedagang kecil disekitar pintu satu unhas ikut menghindari perombakan jalan itu. Kios mereka juga harus mundur beberapa meter dari bibir jalan yang biasa mereka gunakan untuk mencari nafkah. Walhasil, sekarang Tamalanrea keliahatan memang lebih terang tapi semakin panas, dan polusinya minta ampun.
Saya tidak tahu apakah pihak pemerintah kota akan mengganti pohon-pohon yang telah ditumbangkan ini apa tidak. Yang saya tahu, untuk sebuah pohon saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh besar dan menjadi rindang. Artinya kita, penghuni Tamalanrea harus menunggu bertahun-tahun lagi agar bisa menikmati sisi hijau Tamalanrea? wah... tolong pemerintah jalan-jalan kakilah di sekitar Tamalanrea dan nikmati panas terik matahari akibat tumbangnya pohon-pohon ini. Ataukah kita memang sedang menunggu alam marah kepada kita sampai kita semua tersadar? Waspadalah... waspadalah !!!